Edelina parhusip
Etika dalam hidup dapat terkalahkan oleh persentase emosi yang tinggi
Diatonis dan denotasi dalam kehidupan dapat berubah menjadi pentatonis dan konotas
Ejaan kalimat yang terucap dari lidah dapat termakan oleh emosi
Layang-layang hati dan pikiran tiba-tiba terputus karena tak terjaga
Ikuti perasaan ataukah hanya kesenangan sesaat ?
Nanti seperti apa ? ataukah seperti apa nanti ?
Angkasa merupakan saksi yang tak dapat dielah
Pisau yang menusuk dari belakang ternyata ada di depan mata
Aliran pandangan yang meyakinkan sungguh tak di sangka
Rahasiakan atau tidak ?
Hanya asahan pisau yang dapat menentukan
Uraian salah satu cerita kehidupan ini dapatkah mejadi ejaan yang sempurna ?
Seleksi setiap aba-aba yang mulai terlihat
Iringi semua jejak dengan rasa, pikiran dan kehati-hatian
Penjerat ternyata orang yang sangat dekat dan dikenal
0 Response to "Nanti seperti apa ? ataukah seperti apa nanti ?"
Post a Comment