Berfikir selektif dalam membeli suatu barang sangatlah bermanfaat


Hari ini aku sadar, kamar ku berantakan sekali, banyak barang-barang yang sudah tidak terpakai lagi, dengan sedikit dan perlahan-perlahan saya mengepak ternyata banyak barang-barnag yang sudah tidak termanfaatkan lagi.
Beranjak dari situ saya pun membuka lemari pakaian, dan saya merapikan lemari pakaian, dimana banyak tersimpan pakaian-pakaian lama yang sudah tidak pernah saya pakai, teringat ketika ingin membeli salah satu pakaian, saya begitu menginginkanya, dan tanpa pikir panjang saya membelinya, mengikuti keinginan hati.
Terkadang dalam keinginan untuk membeli sesuatu barang kita cenderung mengikuti trend yang ada, walau terkadang kita tidak memerlukannya, sebagai contoh, seorang sahabat dia telah memiliki
sebuah Hifi dengan model yang cukup menarik, tetapi ketika dia berjalan ke suatu pusat perbelanjaan, dia membeli sebuah hifi yang menarik perhatiaanya, dengan alas an "yah yang kemerin kan sudah ketinggalan jaman, lagian kemarin saya melihat si anu beli hifi ini bagus, saya tidak mau kalah, lagian iklannya di tv hasilnya suaranya bagus banget, lagian kartu kredit saya tidak pernah dipakai"
Dan saya hanya tersenyum mendengar penjelasan sahabat saya, dalam perkataanya ada beberapa hal yang saya simpulkan menyebebabkan kita saat ini cenderung konsumtif. gaya hidup yang dimiliki membuat orang cenderung mengikuti ego kita untuk membeli sesuatu yang bukan kabutuhan kita, melainkan keinginan kita, walau sebenernya kita tidak terlalu membutuhkan barang yang kita miliki cenderung windows shoping dan lapar mata. Berbahaya untuk kesehatan finansial kita.
Pengaruh iklan yang gencar. Saat ini kita juga dibanjiri iklan-iklan dari produk tertentu, dangan bahasa yang sangat menjual, secara tidak langsung kita akan tergiur, dengan menampilakan kelebihan atau featur-featur baru, mungkin yang paling cepat beruabah adalah barang komputer. Dalam hal ini saya menyarankan lihat kebutuhan kita, apakah kita membutuhkan featur tersebut, kalau tidak semua akan percuma dan sia-sia. Apakah kita mau jadi korban iklan.
Kemudahan Pembayaran. Dengan adanya system pembayaran melalui kredit saat ini membuat kemudahan kita untuk bertransaksi, walau kita tidak memiliki dana yang cukup. Tetapi saya hanya mengingatkan bahwa setiap penggunaan kartu kredit, kita membayar cukup mahal untuk biaya bunga, dan biaya kesempatan yang hilang.
Berfikir selektif dalam membeli suatu barang

Dari tumpukan barang bekas yang saya miliki ternyata begitu banyak barang yang terbeli tetapi tidak termanfaatkan, dan dalam hal ini adalah mubazir, dalam agama kita juga dilarang untuk bersikap mubazir, atau tidak memanfaatkan barang yang ada.
Dan saya sedikit berfikir nakal, seadanya saya tidak mengikuti keinginan hati untuk membeli barang-barang tersebut, berapa banyak uang yang saya bisa simpan dan memanfaatkan untuk kepentingan lainnya.
Sungguh tersadar betapa konsuntifnya kita, karena kita membeli sesuatu barang karena kebutuhan bukan keinginan, dan membeli barang hanya agar mendapat status social yang terbuat oleh persepsi kita sendiri.
Dan kembali berfikir, kalau barang bekas, atau tidak terpakai seluruh rakyat Indonesia dikumpulkan, berapa banyak ruang yang dibutuhkan untuk menyimpanya sebagai sampah yang tidak terpakai.
Atau kalau uang yang rencana untuk membelikan barang tersebut bisa ditabung, cukup besar tabungan yang dimiliki oleh rakyat ditengah kemiskinan yang semakin meningkat.
Bagaimana kalau barang bekas yang ada, disumbangkan untuk orang yang membutuhkan sangat lah bermanfaat contoh, ketika kita memiliki tv usang, bisa kita sumbangkan ke panti asuhan atau ke tempat pemulung, akan dapat bermanfaat bagi mereka. Atau buku bekas dan pakaian bekas kita sumbangkan akan sangat berguna ketimbang hanya memenuhi lemari pakain kita. Mari kita lebih selektif dalam membeli barang.
"Berfikir selektif dalam membeli suatu barang sangatlah bermanfaat"
Erwin Arianto

0 Response to "Berfikir selektif dalam membeli suatu barang sangatlah bermanfaat"

Post a Comment